Produksi

ADVANCED PRODUCT QUALITY PLANNING

DISKRIPSI Training Advanced Product Quality Planning (APQP) adalah program pelatihan yang dirancang untuk membantu profesional di industri memahami dan mengimplementasikan APQP dengan efektif. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta dalam mengembangkan dan mengimplementasikan rencana kualitas produk yang efektif, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas produk dalam industri. TUJUAN TRAINING MATERI TRAINING 1. […]

ADVANCED PRODUCT QUALITY PLANNING Read More »

POKA YOKE

DESKRIPSI Poka yoke lahir dan diperkenalkan oleh shigeo shingo pada tahun 1960-an, sheigeo shingo adalah seseorang berasal dari jepang. Secara makna dan arti bahasa kata “ Poka “ memiliki arti inadvertent mistake ( kesalahan yang tidak disengaja ) dan “ Yoke “ memiliki arti prevent atau avoid ( mencegah ). Sehinggah dengan demikian istilah poka

POKA YOKE Read More »

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MATERIAL PEMBANGKIT

DESKRIPSI Proses oprasi atau produksi dalam suatu perusahaan sangat bergantung kepada baik buruknya pengelolaan material pembangkit atau produksi, pengelolaan material yang tepat akan berdampak kepada efektifitas dan efisiensi oprasi/produksi. Oleh karena itu, pengelolaan material menjadi ujung tombak keberhasilan proses produksi dalam internal perusahaan maupun terhadap system mata rantai pasokan. Dalam training ini akan diuraikan mengenai

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MATERIAL PEMBANGKIT Read More »

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

DESKRIPSI Untuk dapat melakukan pengendalian terhadap inventori dalam konteks permintaan yang dependen, salah satu dari beberapa sistim yang dapat digunakan adalah Material Requirement Planning (MRP) System atau sering juga disebut “Little” MRP. MRP merupakan sistim yang dirancang untuk kepentingan perusahaan. Alasannya adalah bahwa MRP merupakan pendekatan yang logis dan mudah dipahami untuk memecahkan masalah-masalah yang

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Read More »

 LINE BALANCING

DISKRIPSI Suatu lintas produksi biasanya terdiri dari beberapa stasiun kerja dimana pekerjaan spesifik dilaksanakan. Agar lintas produksi tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien maka perlu adanya keseimbangan diantara stasiun kerja – stasiun kerja tersebut. Artinya tidak ada waktu menunggu diantara stasiun kerja atau dengan perkataan lain pekerjaan melalui setiap stasiun kerja dengan waktu yang

 LINE BALANCING Read More »

Scroll to Top